Mata Kuliah : WAWASAN IPTEK Tim Dosen : 1. Rutler Masalamate, SKM, M.Kes IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TERHADAP KESEHATAN DIMASYARAKAT OLEH : GRIFITH VANESA MANDAS 14111101082 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2016 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas Berkat dan Rahmatnya kami dapat menyelesaikan tugas Makalah dengan tepat waktu. Penulisan makalah ini di tujuhkan untuk memaparkan hal – hal mengenai “IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TERHADAP KESEHATAN DIMASYARAKAT ” Harapan kami semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua. Namun kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan yang kami miliki. kami berharap agar Saudara(i) sekalian berkenan untuk memberikan saran dan kritikan demi kesempurnaan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih atas bantuan dari semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.. Penulis Kelompok 5 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………………………… I DAFTAR ISI………………………………………………………………. II BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1 1.1.LATAR BELAKANG ……………………………………………….. 1 1.2. RUMUSAN MASALAH …………………………………………….. 2 1.3.TUJUAN ……………………………………………………………… 2 BAB II PEMBAHASAN………………………………………………… 3 2.1 Dampak limbah padat yang dihasilkan industri……………………..... 3 2.2. Dampak limbah cair yang dihasilkan industri………………………… 4 2.3. Dampak limbaj gas yang dihasilkan industri ………………………… 7 BAB III PENUTUP ……………………………………………………… 11 3.1. KESIMPULAN……………………………………………………… 3.2. SARAN……………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………… 11 11 12 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer (informasi) yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi komputer relatif tertinggal. Manusia yang dikaruniai akal dan budi akan selalalu berusaha dalam menemukan dan menggunakan teknologi untuk mengeksploatasi alam dalam kehidupannya. Perkembangan dalam menemukan dan mengunakan teknologi yang diperoleh melalui ilmu pengetahuan sejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia dengan ruang dan waktunya. Kebutuhan manusia timbul secara alami dari diri manusia untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan dalam kehidupannya sebagai alat pemuas kebutuhan hidupnya dalam kaitannya dalam pelayanan kesehatan. Keinginan tersebut diwujudkan dalam permintaan dengan bentuk mencari penyedia layanan kesehatan. Pihak yang meminta dan menggunakan pelayanan kesehatan sebagai pengguna atau konsumen. Di sisi yang lain, masyarakat juga menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu tool penting dalam peradaban manusia untuk mengatasi (sebagian) masalah derasnya arus informasi. Teknologi informasi dan komunikasi komputer saat ini adalah bagian penting dalam manajemen informasi. Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat, dokter akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengupdate perkembangan terbaru. Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, TI mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari cara-cara manual. Konvergensi dengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat. Disamping itu, teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru. Revolusi teknologi di bidang kesehatan yang telah dicapai sampai saat ini merupakan ciri yang bermakna dalam kehidupan modern. Walaupun demikian kekuatan teknologi harus dimanfaatkan secara hati-hati dan penuh tanggung jawab, untuk menjamin bahwa kita menerapkan secara efisien dan manusiawi. Penggunaan teknologi kesehatan yang tepat melibatkan tidak hanya penguasaan ilmu pengetahuan, peralatan teknik atau mesin dan konsep-konsep tetapi juga untuk mengetahui masalah-masalah ekonomi, etika dan moral (Raymond, 1998). 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana perkembangan CT scan dalam dunia komputerisasi ? 2. Apa dampak positif dan negativ yang dihasilkan dari penggunaan CT scan? 3. Bagaimana cara menambah wawasan atau pengetahuan tentang prinsip kerja CT scan dalam dunia medis ? 1.3 Tujuan 1. Menjelaskan perkembangan CT scan dalam dunia komputerisasi 2. Mengetahui dampak positif dan negatif yang dihasilkan dari penggunaan CT scan 3. Menambah wawasan atau pengetahuan tentang prinsip kerja CT scan dalam dunia medis BAB II PEMBAHASAN 2.1 Perkembangan CT scan dalam dunia komputerisasi Computerized Tomography Scanning atau yang lebih di kenal dengan nama CT-scan mempunyai prinsip kerja yang sama dengan rontgen, yaitu menggunakan sinar-X. Perbedaannya terletak pada gambar yang dihasilkan, dan juga cara kerjanya. Sinar-X mempunyai sifat tidak dibelokkan oleh medan listrik dan magnet serta mempunyai daya tembus yang sangat besar terhadap suatu benda. Karena itu sinar-X digunakan dalam alat-alat medis untuk melihat kenampakan tubuh manusia dan memeriksa kelainan dalam tubuh manusia yang tidak bisa di lihat dengan mata telanjang. Berikut ini merupakan istilah-istilah lain dari CT-Scan yang biasa digunakan, di antaranya: a) Computed / Computerized Tomography (CT) b) b) Computed Axial Tomography (CAT) c) c) Computerized Aided Tomography d) Computerize Transverse Axial Tomography (CTAT) e) e) Recontructive Tomography (RT) f) Computed Transmission Tomography (CAT) g) Pada akhirnya, ditetapkan oleh " Radiology and American Journal of Roentgenology" dengan istilah Computed Tomography (CT) CT Scan terdiri atas tiga system bagian antara lain : 1) System pemrosesan citra Bagian yang secara langsungdengan obyek yang diamati (pasien) terdiri atas sumber sinar x,system control, datektor dan akusisi data. Bagian keluaran dari system pemroses citra, adalah sekumpulan detector yang dilengkapi system akusisi data. Detector adalah alat untuk mengubah besaran fisik dalam hal ini radiasi menjadi besaran listrik. System akusisi data terdiri atas system pengkondisi sinyal dan interface (antarmuka) analog ke computer. Pencatatan dilakukan dengan tiga pesawat detector, dua diantaranya berfungsi menerima sinar yang menembus objek, detector yang ketiga berfungsi mengukur intensitas sinar x yang menembus objek. 2) System computer dan kendali Berfungsi mengontrol x-ray tube, menyimpan data, melakukan proses tomography. Bagian-bagian simtem computer yang digunakan ct scan adalah : a. Prosesor Membaca atau menginterprestasikan intruksi, melakukan eksekusi, dan menyimpan hasil-hasil dalam memory, CPU yang digunakan bus data 16,32 atau 64 bit. Tipe kompuer yang digunakan bisa mikro computer dan bisa mini computer, namun harus memenuhi unjuk kerja dan kecepatan bai system CT scan. b. Hardisk Hardisk mempunyai fungsi untuk menyimpan data dalam software. c. System I/O 3) Stasiun operasi dan stasiun pengamat Hasilnya dapat dilihat langsung pada monitor komputer ataupun dicetak ke film. CT scan bisanya pada umumnya dilengkapi dengan dua buah monitor dengan dan keyboard. Operasion station mempunyai fungsi sebagai operator control untuk mengontrol beberapa parameter scan seperti tegengan anoda, waktu scan dan besarnya arus filamen. Viewer station mempunyai fungsi untuk memanipulasi system pemroses citra. Bagian ini mempunyai system control yang dihubungkan dengan system keluaran seperti harcopy film, magnetic tape, dan peper print out. Dari bagian ini dapat dilakukan pekerjaan untuk mendiagnosa hasil scanning. CT scan hampir dapat digunakan untuk menilai semua organ dalam tubuh, bahkan di luar negeri sudah digunakan sebagai alat skrining menggantikan foto rontgen dan ultrasonografi. Yang penting pada pemeriksaan CT scan adalah pasien yang akan melakukan pemeriksaan bersikap kooperatif artinya tenang dan tidak bergerak saat proses perekaman. CT scan sebaiknya digunakan untuk : a) Menilai kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner, emboli paru, aneurisma (pembesaran pembuluh darah) aorta dan berbagai kelainan pembuluh darah lainnya. b) Menilai tumor atau kanker misalnya metastase (penyebaran kanker), letak kanker, dan jenis kanker. c) Kasus trauma/cidera misalnya trauma kepala, trauma tulang belakang dan trauma lainnya pada kecelakaan. Biasanya harus dilakukan bila timbul penurunan kesadaran, muntah, pingsan ,atau timbulnya gejala gangguan saraf lainnya. d) Menilai organ dalam, misalnya pada stroke, gangguan organ pencernaan dll. e) Membantu proses biopsy jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk di tubuh. Disini CT scan berperan sebagai “mata” dokter untuk melihat lokasi yang tepat untuk melakukan tindakan. f) Alat bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya kurang memuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan pemeriksaan selain CT scan. 2.2 Dampak positif dan negatif yang dihasilkan dari penggunaan CT scan 1. Dampak Positif Manfaat Sinar X Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi,kini gelombang sinar X telah banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupanm baik pada bidang kesehatanm, perindustrian, fotografi, maupun pada bidang perekonomian. a. Bidang kesehatan Dalam ilmu kedokteran, sinar x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien. Biasanya, masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan ‘’FOTO RONTGEN’’. Selain itu, Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh bahagian yang lebih tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X digunakan untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang patah dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan. Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah ini dikenal sebagai radioterapi. b. Dalam bidang perindustrian, sinar-X boleh digunakan untuk 1. mengesan kecacatan dalam struktur binaan atau bahagian-bahagian dalam mesin dan enjin. 2. menyiasat rekahan dalam paip logam, dinding konkrit dan dandang tekanan tinggi 3.memeriksa retakan dalam struktur plastik dan getah. c Bidang kedokteran Kedokteran nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan, untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran. Radioisotop dapat dimasukkan ke tubuh pasien (studi in vivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain darah, cairan lambung, urine, dan sebagainya, yang diambil dari tubuh pasien, yang lebih dikenal sebagai studi in vitro (dalam gelas percobaan).Pada studi in vivo, setelah radioisotop dapat dimasukkan ke tubuh pasien melalui mulut, suntikan, atau dihirup lewat hidung, maka informasi yang dapat diperoleh dari pasien. disamping citra atau gambar yang diperoleh dengan kamera gamma ataupun kamera positron Radioaktivitas yang terdapat dalam contoh bahan biologis )darah, urine, dll) yang diambil dari tubuh pasien, dicacah dengan instrumen yang dirangkaikan pada detektor radiasi (teknik non imaging). Data yang diperoleh baik dengan teknik imaging maupun teknik non imaging memberikan informasi mengenai fungsi organ yang diperiksa. Pencitraan (imaging) pada kedokteran nuklir dalam beberapa hal berbeda dengan pencitraan dalam radiologi. 2. Dampak negatif Selain memiliki dampak positif atau kegunaan di berbagai bidang, gelombang sinar x juga memiliki kekurangan atau dampak negatif sebagai berikut: a) penelitian terbaru mengungkap dampak negatif sinar X atau CT Scan pada anak-anak. Ternyata radiasi alat-alat tersebut dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko terserang penyakit leukemia.Sebenarnya telah lama timbul kekhawatiran pada masyarakat akan efek negatif radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak. Yang terbaru, para peneliti melaporkan bahwa paparan terhadap tiga kali atau lebih sinar X di masa kanak-kanak akan meningkatkan kemungkinan seorang anak menderita penyakit leukemia sebanyak dua kali lipat, meskipun risiko secara keseluruhan masih kecil. b) Foton sinar X memiliki energi yang relatif tinggi sehingga bisa memutus rantai molekul atau DNA. Kerusakan molekul ini bisa memicu sel kanker dan kerusakan gen. Dengan penggunaan gelombang sinar x, maka sel-sel tubuh akan rusak sehingga berdampak pada kesehatan manusia. c) Pada dosis tertentu, paparan sinar-x pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran atau cacat pada janin yang dikandungnya, termasuk kemungkinan terjadinya kanker pada usia dewasa. 2.3 Prinsip kerja CT scan dalam dunia medis Prinsip kerja dari CT scan yaitu, Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor, dua di antaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga titik, menurut posisi jam 12, 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4,5 menit. Sinar-X yang mengalami atenuasi, setelah menembus objek diteruskan ke detektor yang mempunyai sifat sangat sensitive dalam menagkap perbedaan atenuasi dari sinar-X yang kemudian mengubah sinar-X tersebut menjadi signal-signal listrik. Kemudian signal-signal listrik tersebut diperkuat oleh Photomultiplier Tube sinar-X. Data dalam bentuk signal-signal listrik tersebut diubah kedalam bentuk digital oleh Analog to Digital Converter (ADC), yang kemudian masuk ke dalam system computer dan diolah oleh computer. Kemudian Data Acquistion System (DAS) melakukan pengolahan data dalam bentuk data-data digital atau numerik. Data-data inilah yang merupakan informasi komputer dengan rumus matematika atau algoritma yang kemudian direkonstruksi dan hasil rekonstruksi tersebut ditampilkan pada layar TV monitor berupa irisan tomography dari objek yang dikehendaki yaitu dalam bentuk gray scale image yaitu suatu skala dari kehitaman dan keputihan. Pada CT Scanner mempunyai koefisien atenuasi linear yang mutlak dari suatu jaringan yang diamati, yaitu berupa CT Number. Tulang memiliki nilai besaran CT Number yang tertinggi yaitu sebesar 1000 HU (Hounsfield Unit), dan udara mempunyai nilai CT Number yang terendah yaitu -1000 HU (Hounsfield Unit), sedangkan sebagai standar digunakan air yang memiliki CT Number 0 HU (Hounsfield Unit). Nilai diatas merupakan nilai pada pesawat CT yang memiliki faktor pembesaran konstan 1000, untuk memperjelas suatu struktur yang satu dengan struktur yang lainnya yang mempunyai nilai perbedaan koefisien atenuasi kurang dari 10% maka dapat digunakan window width untuk memperoleh rentang yang lebih luas. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Dengan munculnya pemanfaatan komputer dalam bidang kedokteran, hal tersebut sangat membantu seorang dokter dalam mendiagnosis penyakit tanpa harus menjalani sebuah operasi terlebih dahulu, menemukan obat yang tepat untuk mengobati penyakit, memudahkan dokter dan perawat dalam memonitor kesehatan pasien seperti memonitor detak jantung pasien, aliran darah serta memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Penerapan komputer pada bidang kesehatan terutama di bidang kedokteran selain yang sudah disebutkan di atas juga sangat berperan dalam mendiagnosis penyakit dan juga penelitian-penelitian dalam perkembangan ilmu kedokteran. Pada masyarakat umum teknologi komputer juga sangat berperan aktif pada bidang kesehatan. Contohnya apabila masyarakat ingin mengetahui informasi-informasi mengenai penyakit dan bagaimana cara penyembuhannya, mereka bisa dengan mudah browsing melalui internet sebagai sarana penyedia informasi. Selain itu bias juga browsing untuk kesehatan tubuh atau untuk kecantikan wajah, kulit dan lain-lain. 3.2 SARAN Diharapkan dalam bidang kedokteran, CT-Scanner (Computed Tomography Scanner) dengan menggunakan radiasi nuklir seperti neutron, sinar gamma dan sinar-x untuk dapat mengetahui bagian dalam dari organ tubuh . CT scan sering digunakan untuk mengevaluasi otak, leher, tulang belakang, dada, perut, panggul, dan sinus. Sehingga dokter Radiologi bisa melihat dengan detail pada daerah tertentu. DAFTAR PUSTAKA Kadir,Abdul dan Terra Ch.Triwahyuni. 2003.Pengenalan Teknologi Informasi.Yogyakarta: Yogyakarta. https://www.academia.edu/6425121/IMPLEMENTASI_TEKNOLOGI_INFORMASI_DI_BIDANG_KESEHATAN https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111117134514AAFBBne
Minggu, 20 November 2016
PROSES PENJERNIHAN AIR DENGAN CARA FISIKA Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubah/menjernihkan air keruh/kotor tersebut menjadi air bersih yang layak pakai. Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling mudah dan paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yang paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa air bersih yang dihasilkan dari proses penyaringan air secara sederhana tersebut tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air Pengolahan air secara fisika dilakukan melalui teknik menghambat, mengendapkan, menyaring, dari sampah dan bahan fisik. Berikut ini tahapan umum dari penjernihan air yang sering dibuat oleh masyarakat, yaitu penyaringan, pengendapan, absorbsi, dan adsorbs. 1. Penyaringan Penyaringan atau filtrasi merupakan proses pemisahan padatan yang terlarut di dalam air. Pada proses ini, filter berperan memisahkan air dari partikel-partikel padatan. Bahan padatan yang disaring untuk dipisahkan dari air antara lain kayu, daun, pasir, dan lumpur. 2. Pengendapan Pengendapan bertujuan untuk memisahkan air dan partikel-partikel padat yang terdapat di dalam air dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Benda atau padatan yang berat jenisnya lebih besar daripada air akan mengendap di dasar bak pengendapan. 3. Absorbsi Absorbsi merupakan peristiwa penyerapan bahan-bahan tertentu yang terlarut di dalam air. Bahan yang digunakan untuk menyerap disebut absorben. Absorben inilah yang akan digunakan sebagai filter. Umumnya absorben yang digunakan adalah karbon aktif. Contoh: arang batok kelapa dan batu bara. 4. Adsorpsi Adsorpsi merupakan proses penangkapan ion-ion yang terdapat di dalam air. Zat penangkap ion disebut sebagai adsorben. Adsorben yang biasa digunakan dalam proses adsorpsi adalah zeolite dan resin. Pemilihan bahan penjernih air yang menggunakan cara penyaringan akan menentukan baik tidaknya hasil penjernihan air yang akan kita gunakan. Komposisi : 1. Arang sekam padi 2. Ijuk 3. Kerikil 4. Pipa/selang 5. Drum dengan diameter 40cm dan tinggi 72cm 6. Gentong Bahan : 1. Drum plastic 2. Pipa 3. Keran air 4. Lem pipa 5. Selotip 6. Ember 7. Kawat Proses : 1. Memotong Membagi bahan yang akan digunakan sesuai ukuran bahan. Bahan yang berbeda akan menentukan jenis alat pemotong yang berbeda pula. Misalnya: memotong kawat menggunakan tang potong, sedangkan memotong kayu menggunakan gergaji. 2. Melubangi Membuat lubang pada bahan sesuai ukuran dengan bantuan alat seperti bor, pisau raut, paku atau apa saja dengan ketentuan lobang rapi dan tidak pecah. 3. Menyambung Menyambung merupakan hal penting dalam membuat produk termasuk membuat alat penjernih air. Pembuatan alat penjernih air dilakukan melalui prosedur atau tahapan sebagai berikut. Menentukan atau memutuskan model bentuk dan ukuran alat penjernih air yang akan dibuat, setelah sebelumnya melakukan pengamatan alur cara kerja penjernihan air baik melalui trainer, internet atau informasi alat penjernih air yang ada di daerah.Membuat sketsa gambar benda yang akan dibuat dan gambar teknik yang dilengkapi dengan ukuran.Menentukan dan menyiapkan alat tangan (hand tools) yang akan digunakan dan bahan alam apakah yang diperlukan sebagai penyaring serta sebagai wadah air, saluran penghubung pipa, selang atau bambu maupun keran yang dibutuhkan.Menentukan langkah membuat alat penjernih air, yaitu menentukan bagian mana yang akan dibuat terlebih dahulu.Membuat dan merakit alat penjernih air, sesuai rencana.Menguji merupakan bagian penting dalam pembuatan alat penjernih air dan dilanjutkan dengan menyempurnakan. Membuat Alat Penjernih Hal pertama yang harus dipikirkan pada saat akan membuat alat penjernihan air adalah sebagai berikut: Alat penjernih air yang akan dibuat harus dapat menjawab permasalahan yang dihadapi, apakah menyaring lumpur atau menyaring kuman, menyaring zat besi, atau ketiganya.Untuk ditempatkan di manakah alat penjernih air yang akan dibuat: apakah digunakan di sekolah, rumah, atau untuk satu kelompok masyarakat.Bahan penyaring apakah yang dapat melakukan penyaringan fisika/mekanis yang harus disiapkan?Pada alat penjernih air apakah bahan penyaringan mudah dibersihkan. Tahap kedua membuat gambar: Membuat disain/sketsa alat penjernih air yang akan dibuat, disesuaikan dengan kebutuhan.Membuat gambar teknik lengkap dengan ukurannya.Menentukan langkah kerja.Menuliskan alat yang akan digunakan. Tahap ketiga adalah mulai membuat alat penjernih air: Membuat pipa penyaringan.Membuat penampung air kotor.Membuat penyaring air yang berisi lapisan-lapisan bahan penyaring dengan urutan yang tepat. Bahan penyaring dapat disesuaikan dengan yang ada di daerah. Bahan-bahan yang biasanya digunakan adalah batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, biji kelor, dan lain-lain. Peralatan yang digunakan juga dapat dipilih sesuai alat yang tersedia di sekolah atau rumah masing-masing.Menyiapkan penampungan air bersih, untuk hal itu tidak terlalu sulit untuk disiapkan yang penting tidak bocor dan ukurannya memadai. Tahapan Pembuatan Penjernih Air dari Bahan Alami Siapkan bahan; Potongan Bata
Ijuk Arang Pasir dan Kerikil Siapkan juga bahan lain yaitu; Drum plastik/bak kapasitas 100 liter sebanyak 2 buahPipa PVC, diameter 0,5 inciKeran airLem pipaSelotipEmber dan kawat Alat : Gergaji kayu atau besi dapat digunakan Proses Pembuatan 1. Membuat pipa penyaringan Pemasangan keran pada drum dapat dibantu oleh orang dewasa sehingga hasilnya lebih baik. Pemasangan bahan penjernih bisa dilakukan sendiri. · Siapkan pipa PVC berdiameter 0,5 inci dengan panjang 35 cm, lubangi sekeliling pipa secara teratur dengan jarak 20 cm. · Setelah itu, bagian dari pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk, kemudian ijuk diikat dengan kawat. Ujung pipa dimasukkan ke soket ulir. · Lubangi drum/bak pengendapan dan penyaringan dengan jarak 10 cm dari dasar drum. · Pada tabung pengendap, buat lubang kedua pada dasar drum dengan tutup sebagai tempat membuang endapan ke luar. · Pasang pipa penyaring yang menggunakan ijuk pada kedua tabung 2. Membuat drum/bak pengendap dan penyaring · Sediakan tabung atau drum yang kosong. · Isi drum penyaring berturut-turut dengan kerikil 20 cm, ijuk 5 cm, pasir 20 cm, arang tempurung kelapa 10 cm, ijuk lagi 10 cm, dan potongan bata 10 cm.
· Letakkan drum endapan dan penyaringan secara bertingkat atau berurutan. Tutup keran dan masukkan air dengan aliran alami atau dipompa. · Tunggu kira-kira 30 menit, kemudian alirkan air dari drum pengendapan ke dalam drum penyaringan. · Aliran air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendapan. Cara Kerja
Air keruh dimasukkan ke dalam drum pengendap dengan cara dipompa atau dialirkan secara alami. Diamkan terlebih dahulu selama 30-40 menit. Kemudian, air dialirkan ke dalam drum/bak penyaring. Setelah itu, air keluar dari drum/bak penyaringan sudah bersih dari kotoran sehingga dapat digunakan. -------------------------- T H E E N D ------------------------------ Demikian cara membuat alat penjernih air dengan bahan sederhana, jangan lupakan juga unsur keselamatan diri saat bekerja, keselamatan bagi alat jangan sampai rusak, keselamatan benda kerja, dan keselamatan lingkungan tempat berkerja jangan sampai kotor serta keselamatan bagi orang lain jangan sampai menimbulkan kecelakaan bagi orang lain. Hati-hati dalam menggunakan peralatan. Gunakan juga alat pelindung diri seperti sarung tangan untuk mencegah terkena benda tajam dan lem. GRIFITH VANESA MANDAS 14111101082 BIDANG MINAT KESEHATAN LINGKUNGAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2016